Rabu, 02 September 2009

Hantu Jamu Gendong

Kafka yang tengah menyusun skripsi tentang fenomena kaum urban yang tertarik mengadu nasib di kota besar. Bersama dengan Meisya, kekasihnya, sesekali Kafka menerima permintaan untuk membantu membuatkan karya tulis, atau skripsi, dari teman-teman sekampus.

Sampai satu ketika, Kafka mendengar kabar tentang musibah yang menimpa teman-temannya, yaitu Rio dan Nadya dimana mereka telah mendatangi tempat angker yang diyakini dihuni oleh arwah gentayangan penjual jamu gendong. Kafka terpancing untuk mengetahui lebih dalam seluk beluk hantu itu. Ia bermaksud memasukkan hantu jamu gendong sebagai kolom khusus di penulisan skripsinya. Karena, semasa hidupnya, penjual jamu gendong yang aslinya bernama Sri ini, adalah kaum urban yang meyakini kota solusi tepat untuk memperbaiki taraf kesejahteraan, dibandingkan dengan desa.

Kafka, Meisya, dan Andin pun ke tempat yang diyakini sering menjadi tempat penampakkan hantu jamu gendong. Pada malam itu juga Apakah yang akan terjadi nanti.....?

Tidak ada komentar: